Jumat, 29 Juni 2012

Jalur Citayam-Nambo Segera Aktif


Setelah tidak beroperasi selama bertahun-tahun, akhirnya ada kejelasan mengenai nasib Jalur cabang yang dibuat pemerintahan Soeharto dari Citayam menuju Nambo. Direncanakan jalur ini akan dielektrifikasi dan dilayani oleh KRL. Mulai minggu ini(16/4) jalur dibersihkan dari rumput liar. Ini bisa dilihat dari percabangan jalur ke Nambo dari Citayam yang sudah bersih dari rumput liar. Proyek elektrifikasi ini memakan dana sebesar 295 miliar rupiah untuk tahun anggaran 2012.

Seorang pekerja sedang menggali lubang untuk
pondasi tiang Listrik Aliran Atas di stasiun Nambo(28/4).
Pantauan penulis di stasiun Cibinong dan Nambo, para pekerja sudah memulai menggali pondasi untuk tiang Listrik Aliran Atas. Menurut kontrak, proyek ini direncanakan akan rampung dalam kurun  7 bulan atau 210 hari. Proses pengerjaan elektrifikasi dibagi menjadi 3 paket yang dikerjakan bersama untuk mempersingkat proyek pengerjaan fisik. “saya sama temen(tim) dapet jatah 6 kilometer.” Ujar salah seorang pekerja.

Awalnya jalur Nambo adalah bagian dari proyek pemerintah era Soeharto untuk membuat jalur shortcut dari parung panjang - citayam - nambo - cikarang. Jalur ini sempat beroperasi di awal tahun 2000an dengan menggunakan 2 unit KRD milik dipo Tanah Abang. Namun karena kerusakan mesin pada rangkaian KRD, sekitar tahun 2006 operasional pun terhenti, dan sejak itu pula jalur menuju Nambo ini tidak dijamah Kereta Api lagi. 

Minggu, 24 Juni 2012

Exercise Page 8 - 9

Fill in the blanks with when, while, because, since, if, unless, before, after, wherever, although, so that, or as if.


  1.     When Edison invented a lamp which conducted electricity, gas had been the chief means of lighting home and streets.
  2.      I saw an old friend of mine while I was entering the building.
  3.      Though his car was much too small, he decided to sell it.
  4.      He won’t pass the examination unless he study harder.
  5.      Wherever he went, he was warmly received.
  6.      The executive acts, as if he owns the company.
  7.      If I get the money on time, I can go on vacation.
  8.      Although she spends a lot of money on clothes, they never seem to suit her.
  9.      I have a lot of extra work to do because my assistant is on vacation.
  10.  Since they moved into an expensive apartment, they have become very snobbish.
  11.  When someone broke into her house and stole her jewelry, she was next door chatting with her neighbour.
  12.  It’s because warm today so that I’m going to the beach.
  13.  Though my uncle has worked hard all his life, he could never save up enough money to go on a long vacation.
  14.  We will go to the theatre with you tonight if  we can get a baby-sitter.
  15.  Don’t give this package to him before he sign a receipt for it.
  16.  We’re as pleased with these new towels so that we’re going to buy some more.
  17.  After Hitler believed that Germans were the master race, he set out to conquer all of Europe.
  18.  When I was in South Africa last year, I learned to speak Spanish.
  19.  He looks as if he hasn’t ever changed his clothes.
  20.  Repairs will be made if they are necessary.





Sabtu, 21 April 2012

Noun Clauses

               
  1. Should we wait for him ? I wonder if we should wait for him.
  2. Did She borrow your dictionary ? I want to know whether she borrowed your dictionary or not.
  3. Does she need any help ? I wonder if she need any help.
  4. Is he having trouble ? The fact that she’s having trouble is not surprising me.
  5. Does it belong to Jake ? I want to know whether it belongs to Jake or not.
  6. Is there life on other planets ? I want to know if there’s a life on other planets.
  7. Will people live on the moon someday ? I wonder if people will live on the moon someday.
  8. Is this information correct ? Could you tell me if this information is correct or not ?
  9. That dictionary is good. I wonder if that dictionary is good or not.
  10. Those glasses are expenssive. I want to know if those glasses are expenssive

Jumat, 06 April 2012

Sekilas Fasilitas di KRL KFW Rakitan Indonesia


Saat ini INKA[INdustri Kereta Api] sedang menggarap proyek perakitan 10 set atau 40 gerbong KRL Bombardier yang dananya merupakan bantuan dari Bank asal Jerman KfW[Kreditanstalt fur Wiederaufbau]. Design Eksteriornya tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu KRL-I atau yang kita kenal sekarang sebagai Djoko Lelono 3. Hanya bagian muka KRL saja yang terlihat berbeda. Perbedaan yang mencolok adalah banyaknya lampu pada KRL KfW ini. Jika dihitung ada 12 buah lampu baik lampu semboyan atau Headlight yang menempel di muka KRL ini.


KRL KfW di stasiun Depok.

Namun perbedaan mencolok dapat dilihat di Interior rangkaian. Berbagai macam Inovasi telah dilakukan INKA dalam menggarap Interior KRL ini. Bangku yang pada KRL-I menggunakan bahan fiber telah diubah menjadi berbahan sofa demi kenyamanan penumpang. Penumpang yang berdiri pun dimudahkan dengan adanya Hand Grip berlogokan INKA. Untuk mengetahui info lokasi, diatas pintu telah disisipkan Layar Monitor yang dilengkapi GPS sehingga penumpang dapat mengetahui informasi mengenai lokasi kereta berada. Untuk memenuhi unsur keamanan, tabung pemadam kebakaran dan alat pemecah aca dalam keadaan darurat telah tersedia di dalam rangkaian.


Interior KRL KfW saat Tes Uji Coba Jalan.



Hand Grip berlogokan INKA.



Monitor diatas pintu yang dilengkapi dengan GPS.



Tabung pemadam kebakaran yang tersedia di setiap pojok kereta.


Saat ini baru 2 rangkaian saja yang telah dikirim ke Jabotabek. Serangkaian tes pun telah dilakukan terhadap rangkaian pertama ini. Menurut kabar yang didapat, set kedua KRL KfW ini akan dikirim dari INKA ke Jabotabek minggu depan. Dari INKA rangkaian set kedua ini akan dibawa ke Manggarai terlebih dahulu sebelum nantinya dibawa ke Dipo Depok.

Kamis, 05 April 2012

Quoted Speech - The Annoying Time


In the morning of the day, a person want to buy a ticket in the locket. His name is Martin
“One Commuter Line ticket please.” said Martin.
“what? I can’t hear you.” Said the ticket seller.
“One Commuter Line ticket please.” Said Martin. Again.
But the ticket seller stiil can’t head what the person say. “I still can’t hear you.” He said.
Martin becomes angry. He try to talking with ticket seller one more time.
“can I buy ONE TICKET FOR COMMUTER LINE??” said Martin.
But again, the ticket seller still can’t hear him.
The person angry. Just before the person hit the ticket seller, the ticket sellers friend come.
“what happen here?” He said(friend of ticket seller).
“I try talking to him. I want to buy one ticket for Commuter Line. But he never hear me. It’s really really annoying me. Can you tell him what I say?” said the person.
So, he say to ticket seller. “jonhy(ticket sellers name), that person say, he want to buy one ticket for Commuter Line.”
“oohh.. I see. This one ticket for Commuter Line.” Said Jonhy
After Martin getting the ticket, he leave the locket and get in the train.

Kamis, 15 Maret 2012

Cover Letters - Example Given


Adam faridl al Fath
Jl. Garuda 3 Blok ME10 RT01/20
Perum. Bojong Depok Baru 1, Bojong Gede
Bogor-16320
Jawa Barat
(021)2225555
railspoor@studentsite.gunadarma.ac.id

March 15, 2012

Dr. Siswolo Rapolo
Employment Manager, PT. Permata Bank
Jl. Panglima Polim no. 8
Ruko Horiom's lantai 2
Blok M Jakarta Selatan


Dear Dr. Rapolo:
I am eager and excited to present my candidature for the post of Staff Administrative with your institute as advertised in the website of berniaga.com for the month of March, 2012. As part of my job application I have enclosed my bio-data for your consideration.
From my resume you will note that I have an experience of 2 years in the Staff Administrative of the Bank. I am sure, working at your company, my skills and knowledge can be utilized in the best of ways possible for the benefit of mankind and company. My strong knowledge and dedication to my work makes a suitable candidate for the position.
My knowledge of Administrative coupled with logical reasoning ability helps me in working. I am sure working with your company, I will be able to develop as a professional, and bring value to the company in return. I will be an effective member of your team, and together we will be able to reach new milestones.
Looking forward to meeting you, so that we can discuss how my knowledge and expertise can be helpful for the company. For any further clarification, you can always contact me on my number given above, or simply drop me a mail. I will be pleased to give a prompt reply.
Thanking you for the time given, and looking ahead to be a part of your team.
Bogor, March 14, 2012

(Signature)
Adam faridl al Fath
Encls:
  1. Bio-data
  2. Experience letter
  3. Master's Certificate
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nama: Adam Faridl al Fath
Kelas: 1EA12
NPM : 10211099

Selasa, 27 Desember 2011

Plagiarisme dalam Hegemoni Kultur Akademik

Seperti yang dikutip Wikipedia, pengertian dari Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Dilihat dari pengertiannya saja, plagiat bisa dilihat sebagai tindakan yang tidak baik. Dan tentu saja merugikan pihak yang di-plagiat-kan. Untuk itu, diaturlah sistem perundang-undangan yang mengatur tentang hak cipta dan plagiarisme. Namun, walaupun sudah dibuat aturan hukum dan ancaman hukuman yang jelas, kegiatan plagiarisme ini masih saja marak terjadi. 

Plagiator, atau sebutan lain dari orang yang melakukan kegiatan plagiat masih saja melakukan kegiatan plagiat dikarenakan banyak hal. Dan membicarakan tentang Plagiarisme dalam Hegemoni Kultur Akademik, sebenarnya perilaku ini tidak sepantasnya dilakukan dalam Kultur Akademik. Tugas atau lainnya yang harus dikerjakan oleh seorang siswa atau mahasiswa sebaiknya harus dijaga orisinalitasnya. Namun tetap saja plagiarisme tidak dapan dihindari di kultur akademik ini. Pada hal kecil contohnya, masih terjadi aksi saling mencontek siswa ataupun mahasiswa dalam mengerjakan tusan ataupun tes. 


Namun karena anggapan plagiarisme adalah hal yang wajar dilakukan dan minimnya sanksi bagi pelaku plagiarisme menjadikan aksi plagiarisme ini tetap dilakukan. Hal ini sebenarnya bisa dihindari. Jika mahasiswa dibekali dengan rasa percaya diri, ilmu yang cukup, dan pemikiran bahwa plagiarisme itu adalah hal yang buruk, saya yakin plagiarisme di kultur akademis dapat hilang.